Nah, pertanyaannya adalah dari kedua coklat tersebut mana yang akan dipilih??
Sewajarnya coklat yang masih terbungkusnya lah yang dipilih. ya kaan.. Mengapa? ya tentu saja karena coklat yang masih terbungkus tersebut terhindar dari kotoran yang ada dilantai, binatang seperti semut dan laler pun tak tertarik untuk mengerumuninya. Jadi coklat tersebut tetap aman dan terjaga. Coklat tersebut juga masih bisa dikonsumsi dengan baik. Namun beda halnya dengan nasib coklat yang sudah dikeluarkan dari bungkusnya. Coklat tersebut tentu sudah kotor, karena bercampur dengan kuman yang ada di lantai. Semut pun dan laler pun akan langsung tertarik untuk mengerumuninya. Karena tanpa bungkus, coklat tersebut tentu tidak aman dan tidak terjaga.
Seorang pemilik pabrik coklat tentu sudah mengerti terlebih dahulu permasalahan ini. Ia akan menjaga coklat-coklatnya agar tetap aman dan terjaga. Sehingga konsumen pun dapat menikmati coklat tersebut tanpa ada keraguan akan kebersihan coklat-coklat tersebut. Oleh karenanya si pemilik pabrik coklat akan membuat prosedur dan peraturan agar sebelum dipasarkan coklat-coklat tersebut harus dibungkus terlebih dahulu. Tentu saja bungkusnya pun sudah terstandarisasi. Namanya juga pabrik, bukan buatan rumahan. :D Jika ada bungkus coklat yang belum sesuai standar maka tidak akan dijual, karena coklat yang tidak terbungkus dengan sempurna tersebut bisa saja berisiko terkena debu dan semacamnya.
Tentu saja ada dong..
Allah swt telah menciptakan manusia dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Khusunya bagi perempuan. Perempuan ini adalah makhluk yang pada dasarnya lemah dibanding laki-laki. Lemah disini karena wanita lebih dominan dengan perasaannya yang lemah lembut karena waitalah yang menjadi seorang ibu. Karenanya Allah lebih memperhatikan wanita dibanding laki-laki. Saking perhatiannya, Allah selalu berikan perlakuan khusus bagi wanita. Dalam fiqh pun ada fiqh wanita, sementara fiqh laki-laki secara khusus tidak ada.
Salah satu perlakuan khusus Allah bagi wanita adalah Allah perintahkan wanita untuk menutup auratnya. Mengapa aurat harus ditutup? Firman Allah swt:
وَلاَ يُبْدِيْنَ زِيْنَتَهُنَّ اِلاَّ مَا ظَهَرَ مِنْهَا
Hendaknya wanita tidak menampakkan kecantikan (perhiasan)-nya kecuali yang boleh tampak dari dirinya (QS an-Nur [24]: 31).
Karena aurat itu adalah perhiasan bagi wanita. Artinya ibarat perhiasan aurat itu adalah sesuatu yang sangaat berharga. Karena itu harus dijaga dan ditutupi agar aman. Seperti halnya coklat yang masih terbungkus tadi.
Lalu apa batasan aurat tersebut??
Aisyah ra telah menceritakan, bahwa Asma binti Abu Bakar masuk ke ruangan wanita dengan berpakaian tipis, maka Rasulullah saw. pun berpaling seraya berkata;
يَا أَسْمَاءُ إِنَّ الْمَرْأَةَ إِذَا بَلَغَتْ الْمَحِيضَ لَمْ تَصْلُحْ أَنْ يُرَى مِنْهَا إِلَّا هَذَا وَهَذَا وَأَشَارَ إِلَى وَجْهِهِ وَكَفَّيْهِ
“Wahai Asma’ sesungguhnya perempuan itu jika telah baligh tidak pantas menampakkan tubuhnya kecuali ini dan ini, sambil menunjuk telapak tangan dan wajahnya.”[HR. Muslim]
Seperti halnya pemilik pabrik coklat Allah juga telah memberikan standar penutupan aurat. Yaitu :
Pakaian yang telah ditetapkan oleh syariat Islam bagi wanita ketika ia keluar di kehidupan umum adalah khimar dan jilbab. Dalil yang menunjukkan perintah ini adalah firman Allah swt;
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَى جُيُوبِهِنَّ
“Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya..”[al-Nuur:31]
Ayat ini berisi perintah dari Allah swt agar wanita mengenakan khimar (kerudung), yang bisa menutup kepala, leher, dan dada.
يَاأَيُّهَا النَّبِيُّ قُلْ لِأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِنْ جَلَابِيبِهِنَّ ذَلِكَ أَدْنَى أَنْ يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا
“Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang”.[al-Ahzab:59]
Ayat ini merupakan perintah yang sangat jelas kepada wanita-wanita Mukminat untuk mengenakan jilbab. Dalam kamus al-Shahhah, al-Jauhari mengatakan, “jilbab adalah kain panjang dan longgar (milhafah) yang sering disebut dengan mula’ah (baju kurung).”[Kamus al-Shahhah, al-Jauhariy]
Apa konsekuensinya kalau tidak mengikuti perintah Allah untuk menutup aurat??
Imam Muslim menuturkan sebuah riwayat, bahwasanya Rasulullah saw bersabda;
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
“Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.”[HR. Imam Muslim].
Dengan demikian, sebagai seorang Muslimah wajiblah atasnya untuk menutup aurat dengan sempurna yaitu dengan kerudung dan jilbab(gamis). Karena ini adlah konsekuensi dari keimanan dan bukti ketaatan kapada Allah swt. Selain itu ini adalah bukti tanda sayang Allah terhadap wanita. Sudah sewajarnya lah kita membalas kasih sayang Allah itu dengan menuruti segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena Allah takkan membiarkan kita hidup begitu saja, di akhirat kelak pasti akan dipertanggung jawabkan. Tentu saja bagi yang ta'at akan mendapat surga dan yang ingkar akan mendapat neraka.
Semoga kita bisa bersama-sama untuk menjalankan setiap perintah Allah. Karena itulah tugas manusia.
Jangan ragu lagi ya untuk berkerudung dan berjilbab. Semoga tetap istiqomah. And keep Hamasah ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar