Kalo ngomongin tentang
stand up comedy tentunya yang teringat dalam fikiran kita adalah acara dimana
ada seseorang yang berdiri di depan panggung dengan memegang microfon kemudian membawakan
materi-materi lucu yang pastinya mengundang tawa para penonton yang
menyaksikan. Sebagai pelepas penat mungkin acara ini cukup ampuh buat menghilangkan
ketegangan otot-otot yang selama seharian terasa kaku. Selain karena
kreatifitas para comic dalam meramu materi biasa menjadi materi yang lucu
kadang tingkah laku dari para comic itu sendiri yang memang menjadikan materi
lebih hidup.
Lucu sih, tapi…
Nah tapinya ini nih yang
bikin gak enak. Mungkin karena keabsurd-annya, ada aja materi yang diperuntukkan
untuk orang lain dan kesannya itu jelek. Yah, seperti ejekan dan sebagainya.
Syukur-syukur kalau tidak ada yang tersinggung. Kalau ada yang tersinggung
gimana?? Parahnya lagi kalau materinya itu berkaitan dengan agama atau
ketuhanan. Setidaknya, bercanda itu ada batasnya sob. Ya gak??
Setiap manusia memang
punya karakter yang berbeda-beda. Itulah mengapa manusia itu menjadi makhluk
yang unik. Ada yang punya karakter pendiam, pemikir, pemalu, humoris dan
sebagainya. Meskipun ada yang memiliki beberapa karakter berbeda dalam dirinya
pasti ada satu karakter yang lebih dominan. Karakter memang melekat pada diri
manusia dan agak sulit untuk dirubah karena menjadi ciri khas masing-masing.
Hanya saja karakter ini dapat dibatasi atau dikendalikan. Kan gak mungkin kalo
terus-terusan jadi pemalu. Nah seperti itu juga karakter humoris. Memang tidak
dilarang untuk tertawa. Saya pun termasuk orang yang senang hal-hal lucu. Tapi
harus ingat, terlalu banyak tertawa dapat mengeraskan hati loh.. Selain itu banyak
tertawa juga dapat mengurangi daya ingat. Kan seram tuh.. Selain itu dalam
bercanda pun tidak boleh berlebihan dan bahan bercandaan bukan hal yang buruk
atau bahkan bohong.
Rasulullah sebagai
tauladan kita telah mencontohkan untuk tidak berkata hal-hal yang sia-sia dan
bohong. Karena itu penting bagi kita untuk selalu bersikap mawas diri agar
tidak terjebak dalam hal-hal yang buruk. Menghibur diri tidak masalah hanya
saja kita harus bijak dalam bertindak. Okeh ^^
Tidak ada komentar:
Posting Komentar